Life goes on part 1

Genta Septa Putra
                             Genta
              &
Rahmatia Hadinata
                             Tia

Akan melangsung pernikahan pada
Hari/tanggal: Minggu/10-10-2010
Jam.            : 11.00-14.00
Tempat.      : Gedung Serba Guna Parai Beach Resort, Sungai Liat, Bangka

“Am I late?” Tanyaku pada diriku sendiri …

_______________________________________________________________

“Rian … ” seseorang yang suaranya tidak aku kenal memanggilku ketika aku melihat siapa orang tersebut aku merasa mengenalnya tapi siapa dia? Ketika dia mendekat barulah aku sadar

“Hi tia …” aku tidak tahu sebelumnya jika itu tia karena dia sudah banyak berubah dari sebelumnya, aku memanggilnya sambil teriak ke tia yang sedang berjalan menuju warung pak ridho atau kantin pak ridho yang terletak di dekat lapangan serba guna SMANTA a.k.a SMA Negeri 3 jln. Kampung Keramat Pangkal Pinang.

“Apa kabar loe?” Aku melihat dari segi sifat tia tidaklah banyak berubah tapi dari penampilannya dia semakin cantik jika kuliahat saat aku lulus sma, aku maklumi jika dia adalah seorang model terkenal di kota itu dan anak tunggal seorang pemborong besar di bangka.

“Baik, loe gimana?” Aku membalas sapaannya dengan santai sambil memakan tekwan buatan ayuk intan.

“Baik, udah terima undangan dari gue?”

“Udah dong, dan aku pasti datang ke pesta perkawinanmu” lirikku sedikit kearah tia yang memperhatikan aku terus.

“Oh ya, loe kaget ga pas terima undangan itu?” Akhirnya tia bersuara setelah diantara kami diam karena basa basi sudah berakhir.

aku menghentikan makan pempek telur yang baruku makan setengah lalu melihat ke arah tia yang sedang bertopang dagu dengan telapak tangannya sambil menarik alisnya.”Kaget? Maksudnya”

Tia sempat memalingkan wajihnya sejenak lalu memandang wajahku dengan senyum penuh kebahagia”Genta lho ian.” aku melanjutkan makanku lagi karena tidak terlalu penting “loe tau genta kan, dia murid paling keren di SMA 1 and siapa sih ga kenal dia dulu, The Best giutar di kompetisi band SMA 3”

“Oh dia, yang mirip dengan Mickey Way yang bassistnya My Chemical Romance itu ya?” Aku menjawab tanpa berpikir karena aku tahu si genta itu sebenarnya.

“Itu loe inget berar…”

“Pendek, loe disini juga” seseorang berjalan ke arah kami dengan penampilan yang cukup rapi dan aku tahu siapa dia yang saat ini wajahnya terlihat terkejut.

Saat laki-laki itu memanggil aku menghentikan makan pempekku yang ke 10 dan saat dia memanggil ‘pendek’ tia menoleh dan “Genta …” dia berteriak memanggil tunangannya yang sudah berada di depan dia

Wajah genta masih bingung “Kalian saling kenalkah?”

“Iya dong sayang, kita dulukan satu kelas dari kelas 1 sampai kelas 3 sma.” Tia menolehkan wajahnya ke arahku lalu melingkarkan tangannya sebelah kanan ke tangan genta sebelah kiri dan memiringkan kepalanya ke pundak gentak … aku merasa jijik melihatnya …

“Aku tidak tahu sebelumnya tentang ini, kenapa kamu tidak memberitahu aku sebelumnya sayang?” Ucapan genta tak lebih parah dari tunangannya, jujur deh aku tambah mual lihatnya, rasanya mau pergi tapi aku juga tidak enak main pergi saja tanpa alasan dan mobile phone ku menjadi penyelamatku.

“Hallo … aku ada di sekolahku yang lama, kamu … sudah selesai semuanya? … aku jemput sekarang ya …  sampai jumpa.”

“Siapa yang nelpon ian?” Jujur aku merasa …jijik ketika mereka memamerkan posisi itu … ini disekolah woiii

“Itu teman aku dari jakarta, dia ada urusan disini.” Aku memasukkan samsung galaxy ace dan samsung galaxy tab ku kedalam tas ranselku “aku pergi dulu ya”

“Oh ha cha, kamu lama ga di bangka atau mau kembali ke belitung atau jakarta gitu?” Genta melepaskan tangan tia dari tia dan berjalan ke arah ayuk bersamaku

“Aku akan ke belitung dalam beberapa hari, pulang kampung gitu and aku masih 2 bulan lagi dipulau bangka belitung, ayuk, berapa semua?” Aku mengambil uang pecahan 50rb ketika itu tangan genta menghalangi aku membayar uang makanku.

“Biar aku yang bayar.” Genta tersenyum kepadaku dan aku berkata thank sambil memasukkan uangku kedompotku kembali.

“Aku duluan ya tia dan genta.” Say goodbye ku kepada pasangan balon pasutri ini

“Baiklah.” Genta pun membalas dengan memberi lambaian tangan yang bersahabat dibandingkan tia yang acuh tak acuh

Saat aku akan keluar dari kantin aku mendengar

“Kamu kenal dengan ian?” Dari nada suara tia, dia seperti tidak senang jika aku kenal dengan calon suaminya itu.

“Kenal, dia tetanggaku.” Dia berkata dengan memakan pempek sehingga kata-katanya tidak terlalu jelas.

Aku tidak terlalu mengenal tia karena aku tidak ingin bertemannya karena mereka terkenal dengan title selebritis dan banyak wanita yang iri kepada tia cs dan memuja mereka, menurutku pria dan wanita yang mereka suka atau iri hanya tia bukan cs nya yang hanya menumpang tenar. Aku dan tia adalah 2 orang yant berbeda karena aku adalah orang yang tidak ambisius akan sesuatu dan lebih nyaman apa adanya dan berteman dengan teman laki-laki lain sedangkan tia senang mencari perhatian dan ambisius untuk mendapatkan sesuatu.

To be countineu

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: